27 August 2014

27 Agustus - Murka Allah terhadap Sion

27 Agustus - Ratapan 2:1-4:22


Murka Allah terhadap Sion
Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka.
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.
Dalam murka yang menyala-nyala Ia mematahkan segala tanduk Israel, menarik kembali tangan kanan-Nya pada waktu si seteru mendekat, membakar Yakub laksana api yang menyala-nyala, yang menjilat ke sekeliling.
Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh segala yang menyenangkan mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api.
Tuhan menjadi seperti seorang seteru; Ia menghancurkan Israel, meremukkan segala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah pada puteri Yehuda.
Ia melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancurkan tempat pertemuan-Nya. Di Sion TUHAN menjadikan orang lupa akan perayaan dan sabat, dan menolak dalam kegeraman murka-Nya raja dan imam.
Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.
TUHAN telah memutuskan untuk mempuingkan tembok puteri Sion. Ia mengukur semuanya dengan tali pengukur, Ia tak menahan tangan-Nya untuk menghancurkannya. Ia menjadikan berkabung tembok luar dan tembok dalam, mereka merana semua.
Terbenam gapura-gapuranya di dalam tanah; TUHAN menghancurkan dan meluluhkan palang-palang pintunya. Rajanya dan pemimpin-pemimpinnya berada di antara bangsa-bangsa asing. Tak ada petunjuk dari TUHAN, bahkan nabi-nabi tidak menerima lagi wahyu dari pada-Nya.
Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.
Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.
Kepada ibunya mereka bertanya: "Mana roti dan anggur?", sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.

Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?
Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepalanya mengenai puteri Yerusalem: "Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?"
Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulutnya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: "Kami telah memusnahkannya!", kata mereka, "Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya!"
TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.
Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!
Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!
Lihatlah, TUHAN, dan tiliklah, kepada siapakah Engkau telah berbuat ini? Apakah perempuan harus makan anak kandungnya, anak-anak yang masih dibuai? Apakah dalam tempat kudus Tuhan harus dibunuh imam dan nabi?
Terbaring di debu jalan pemuda dan orang tua; dara-daraku dan teruna-terunaku gugur oleh pedang; Engkau membunuh mereka tatkala Engkau murka, tanpa belas kasihan Engkau menyembelih mereka!
Seolah-olah pada hari perayaan Engkau mengundang semua yang kutakuti dari sekeliling. Tatkala TUHAN murka tak ada seorang yang luput atau selamat. Mereka yang kubuai dan kubesarkan dibinasakan seteruku.


Penghiburan dalam penderitaan
Akulah orang yang melihat sengsara
disebabkan cambuk murka-Nya.
Ia menghalau dan membawa aku
ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.
Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang
dengan tangan-Nya sepanjang hari.
Ia menyusutkan dagingku dan kulitku,
tulang-tulangku dipatahkan-Nya.
Ia mendirikan tembok sekelilingku,
mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan.
Ia menempatkan aku di dalam gelap
seperti orang yang sudah lama mati.
Ia menutup segala jalan ke luar bagiku,
Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.
Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong,
tak didengarkan-Nya doaku.
Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat,
dan menjadikannya tidak terlalui.
Laksana beruang Ia menghadang aku,
laksana singa dalam tempat persembunyian.
Ia membelokkan jalan-jalanku,
merobek-robek aku dan membuat aku tertegun.
Ia membidikkan panah-Nya,
menjadikan aku sasaran anak panah.
Ia menyusupkan ke dalam hatiku
segala anak panah dari tabung-Nya.
Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku,
menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari.
Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan,
memberi aku minum ipuh.
Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil;
Ia menekan aku ke dalam debu.
Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan,
aku lupa akan kebahagiaan.
Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku
dan harapanku kepada TUHAN.
"Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku,
akan ipuh dan racun itu."
Jiwaku selalu teringat akan hal itu
dan tertekan dalam diriku.
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan,
oleh sebab itu aku akan berharap:
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku,
oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya,
bagi jiwa yang mencari Dia.
Adalah baik menanti dengan diam
pertolongan TUHAN.
Adalah baik bagi seorang pria
memikul kuk pada masa mudanya.
Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri
kalau TUHAN membebankannya.
Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu,
mungkin ada harapan.
Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya,
biarlah ia kenyang dengan cercaan.
Karena tidak untuk selama-lamanya
Tuhan mengucilkan.
Karena walau Ia mendatangkan susah,
Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
Karena tidak dengan rela hati Ia menindas
dan merisaukan anak-anak manusia.
Kalau dipijak-pijak dengan kaki
tawanan-tawanan di dunia,
kalau hak orang dibelokkan
di hadapan Yang Mahatinggi,
atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya,
masakan Tuhan tidak melihatnya?
Siapa berfirman, maka semuanya jadi?
Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?
Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi
keluar apa yang buruk dan apa yang baik?
Mengapa orang hidup mengeluh?
Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita,
dan berpaling kepada TUHAN.
Marilah kita mengangkat hati
dan tangan kita kepada Allah di sorga:
Kami telah mendurhaka dan memberontak,
Engkau tidak mengampuni.
Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka,
mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.
Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan,
sehingga doa tak dapat menembus.
Kami Kaujadikan kotor dan keji
di antara bangsa-bangsa.
Terhadap kami semua seteru kami
mengangakan mulutnya.
Kejut dan jerat menimpa kami,
kemusnahan dan kehancuran.
Air mataku mengalir bagaikan batang air,
karena keruntuhan puteri bangsaku.

Air mataku terus-menerus bercucuran,
dengan tak henti-hentinya,
sampai TUHAN memandang dari atas
dan melihat dari sorga.
Mataku terasa pedih
oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku.
Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka
yang menjadi seteruku tanpa sebab.
Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang,
melontari aku dengan batu.
Air membanjir di atas kepalaku,
kusangka: "Binasa aku!"
"Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu
dari dasar lobang yang dalam.
Engkau mendengar suaraku!
Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku
dan teriak tolongku!
Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu,
Engkau berfirman: Jangan takut!"
"Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku,
Engkau telah menyelamatkan hidupku.
Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku,
ya TUHAN; berikanlah keadilan!
Engkau telah melihat segala dendam mereka,
segala rancangan mereka terhadap aku."
"Engkau telah mendengar cercaan mereka, ya TUHAN,
segala rancangan mereka terhadap aku,
percakapan orang-orang yang melawan aku,
dan rencana mereka terhadap aku sepanjang hari.
Amatilah duduk bangun mereka!
Aku menjadi lagu ejekan mereka."
"Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN,
menurut perbuatan tangan mereka.
Engkau akan mengeraskan hati mereka;
kiranya kutuk-Mu menimpa mereka!
Engkau akan mengejar mereka dengan murka
dan memunahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!"


Sengsara Sion yang dahsyat
Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah; batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan.
Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk.
Serigalapun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya, tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.
Lidah bayi melekat pada langit-langit karena haus; kanak-kanak meminta roti, tetapi tak seorangpun yang memberi.
Yang biasa makan yang sedap-sedap mati bulur di jalan-jalan; yang biasa duduk di atas bantal kirmizi terbaring di timbunan sampah.
Kedurjanaan puteri bangsaku melebihi dosa Sodom, yang sekejap mata dibongkar-bangkir tanpa ada tangan yang memukulnya.
Pemimpin-pemimpin lebih bersih dari salju dan lebih putih dari susu, tubuh mereka lebih merah dari pada merjan, seperti batu nilam rupa mereka.
Sekarang rupa mereka lebih hitam dari pada jelaga, mereka tidak dikenal di jalan-jalan, kulit mereka berkerut pada tulang-tulangnya, mengering seperti kayu.
Lebih bahagia mereka yang gugur karena pedang dari pada mereka yang tewas karena lapar, yang merana dan mati sebab tak ada hasil ladang.
Dengan tangan sendiri wanita yang lemah lembut memasak kanak-kanak mereka, untuk makanan mereka tatkala runtuh puteri bangsaku.
TUHAN melepaskan segenap amarah-Nya, mencurahkan murka-Nya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion, yang memakan dasar-dasarnya.
Tidak percaya raja-raja di bumi, pun seluruh penduduk dunia, bahwa lawan dan seteru dapat masuk ke dalam gapura-gapura Yerusalem.
Hal itu terjadi oleh sebab dosa nabi-nabinya dan kedurjanaan imam-imamnya yang di tengah-tengahnya mencurahkan darah orang yang tidak bersalah.
Mereka terhuyung-huyung seperti orang buta di jalan-jalan, cemar oleh darah, sehingga orang tak dapat menyentuh pakaian mereka.
"Singkir! Najis!", kata orang kepada mereka, "Singkir! Singkir! Jangan sentuh!"; lalu mereka lari dan mengembara, maka berkatalah bangsa-bangsa: "Mereka tak boleh tinggal lebih lama di sini."
TUHAN sendiri mencerai-beraikan mereka, tak mau lagi Ia memandang mereka. Para imam tidak mereka hormati, dan orang-orang tua tidak mereka kasihani.
Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia; dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.
Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami; akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba.
Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.
Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: "Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa."
Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan, tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya. 
___



26 August 2014

26 Agustus - Pelayanan nabi Yeremia: Keruntuhan dan kesunyian Yerusalem


26 Agustus - Yeremia 39:11-18; Yeremia 40:1-6; 2 Raja-Raja 25:8-21; Yeremia 52:12-27; 2 Tawarikh 36:15-21; Ratapan 1:1-22


Yeremia 39:11-18
Perintah Nebukadnezar untuk melindungi Yeremia
Mengenai Yeremia, Nebukadnezar, raja Babel, telah memberi perintah dengan perantaraan Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, bunyinya:  "Bawalah dan perhatikanlah dia, janganlah apa-apakan dia, melainkan haruslah kaulakukan kepadanya sesuai dengan permintaannya kepadamu!"  Maka Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, beserta Nebusyazban, kepala istana, dan Nergal-Sarezer, panglima, dan semua perwira tinggi raja Babel, mengutus orang--  mereka menyuruh mengambil Yeremia dari pelataran penjagaan, lalu menyerahkannya kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan untuk membebaskannya, supaya pulang ke rumah. Demikianlah Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat. 


Janji kepada Ebed-Melekh bahwa ia akan dilepaskan
Selagi Yeremia masih terkurung di pelataran penjagaan, firman TUHAN datang kepadanya, bunyinya:  "Pergilah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, firman-Ku terhadap kota ini akan Kulaksanakan untuk kemalangan dan bukan untuk kebaikannya, dan semuanya itu akan terjadi di depan matamu pada waktu itu juga.  Pada waktu itu juga, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melepaskan engkau, dan engkau tidak akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang yang kautakuti,  tetapi dengan pasti Aku akan meluputkan engkau: engkau tidak akan rebah oleh pedang; nyawamu akan menjadi jarahan bagimu, sebab engkau percaya kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN."


Yeremia 40:1-6
Yeremia tinggal pada Gedalya
Firman yang datang dari pada TUHAN kepada Yeremia, sesudah ia dilepaskan dari Rama oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang telah menyuruh untuk mengambilnya terbelenggu pada tangannya di tengah-tengah semua orang buangan dari Yerusalem dan Yehuda yang hendak diangkut ke dalam pembuangan ke Babel.  Kepala pasukan pengawal itu telah mengambil Yeremia dan berkata kepadanya: "TUHAN, Allahmu, telah mengancamkan malapetaka ini atas tempat ini,  dan Ia telah melaksanakannya. TUHAN telah melakukan apa yang diancamkan-Nya, oleh karena kamu telah berdosa kepada TUHAN dan tidak mendengarkan suara-Nya, sehingga terjadilah hal ini kepada kamu.  Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar.  Engkau boleh kembali kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan yang telah diangkat oleh raja Babel atas kota-kota Yehuda, dan tinggallah bersama-sama dia di tengah-tengah rakyat, atau ke mana saja engkau pandang benar, pergilah ke situ!" Lalu kepala pasukan pengawal itu memberikan kepadanya bekal makanan dan suatu hadiah, kemudian melepas dia pergi.  Jadi pergilah Yeremia kepada Gedalya bin Ahikam di Mizpa, dan diam bersama-sama dengan dia di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu.



Runtuhnya kerajaan Yehuda
2 Raja-Raja 25:8-21
Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem.  Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.  Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu.  Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu.  Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang. 

Juga tiang-tiang tembaga yang ada di rumah TUHAN dan kereta penopang dan "laut" tembaga yang ada di rumah TUHAN dipecahkan oleh orang Kasdim dan tembaganya diangkut mereka ke Babel.  Kuali-kuali, penyodok-penyodok, pisau-pisau dan cawan-cawan dan segala perkakas tembaga yang dipakai untuk menyelenggarakan kebaktian, diambil mereka,  juga perbaraan-perbaraan dan bokor-bokor penyiraman, baik segala yang dari emas maupun segala yang dari perak, diambil oleh kepala pasukan pengawal itu.  Adapun kedua tiang, "laut" yang satu itu, kereta penopang yang dibuat oleh Salomo untuk rumah TUHAN, tiada tertimbang tembaga segala perkakas ini.  Delapan belas hasta tingginya tiang yang satu, dan di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja itu tiga hasta dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya itu tembaga. Dan seperti itu juga tiang yang kedua, disertai jala-jala. 

Lalu kepala pasukan pengawal itu menangkap Seraya, imam kepala, dan Zefanya, imam tingkat dua dan ketiga orang penjaga pintu.  Dari kota itu ditangkapnya seorang pegawai istana yang diangkat mengepalai tentara, dan lima orang pelayan pribadi raja yang terdapat di kota itu, dan panitera panglima tentara yang mengerahkan rakyat negeri menjadi tentara, dan enam puluh orang dari rakyat negeri yang terdapat di kota itu.  Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, menangkap mereka dan membawa mereka kepada raja Babel, di Ribla.  Lalu raja Babel menyuruh membunuh mereka di Ribla, di tanah Hamat. Demikianlah orang Yehuda diangkut ke dalam pembuangan dari tanahnya.
Yeremia 52:12-27
Dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang melayani raja Babel, ke Yerusalem.  Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan segala rumah di Yerusalem; segala rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.  Segala tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu.  Sebagian dari orang-orang yang paling lemah dan sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan pembelot-pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa para pekerja tangan diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu.  Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu, untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang. 

Juga tiang-tiang tembaga yang ada di rumah TUHAN dan kereta penopang dan laut tembaga yang ada di rumah TUHAN dipecahkan oleh orang Kasdim dan seluruh tembaganya diangkut mereka ke Babel.  Kuali-kuali, penyodok-penyodok, pisau-pisau, bokor-bokor penyiraman dan cawan-cawan dan segala perkakas tembaga yang dipakai untuk menyelenggarakan kebaktian diambil mereka,  juga pasu-pasu, perbaraan-perbaraan, bokor-bokor penyiraman, kuali-kuali, kandil-kandil, cawan-cawan dan piala-piala, baik segala yang dari emas maupun segala yang dari perak, diambil oleh kepala pasukan pengawal itu.  Adapun kedua tiang, laut yang satu itu dan kedua belas lembu tembaga yang ada di bawah kereta penopang, yang dibuat oleh raja Salomo untuk rumah TUHAN, tiada tertimbang tembaga segala perkakas ini.  Adapun tiang-tiang itu, satu tiang delapan belas hasta tingginya dan dapat dililit oleh tali yang dua belas hasta panjangnya; tebalnya empat jari dan geronggang dari dalam.  Di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja yang satu itu lima hasta, dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya dari tembaga. Dan tiang yang kedua seperti itu juga. Mengenai buah delima,  ada sembilan puluh enam buah delima yang merupakan gambar timbul; seluruhnya buah-buah delima itu ada seratus pada jala-jala itu berkeliling. 

Lalu kepala pasukan pengawal itu menangkap Seraya, imam kepala, dan Zefanya, imam tingkat dua, dan ketiga orang penjaga pintu.  Dari kota itu ditangkapnya seorang pegawai istana yang diangkat mengepalai prajurit-prajurit dan tujuh orang pelayan pribadi raja yang terdapat di kota itu, dan panitera panglima tentara yang mengerahkan rakyat negeri menjadi tentara, dan enam puluh orang dari rakyat negeri yang terdapat di tengah-tengah kota itu.  Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, menangkap mereka dan membawa mereka kepada raja Babel, di Ribla.  Lalu raja Babel menyuruh membunuh mereka di Ribla, di tanah Hamat. Demikianlah orang Yehuda diangkut ke dalam pembuangan dari tanahnya.


2 Tawarikh 36:15-21
Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.  Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.  TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan--semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya.  Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel.  Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.  Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.  Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.


Ratapan 1:1-22
Keruntuhan dan kesunyian Yerusalem
Ah, betapa terpencilnya kota itu,
yang dahulu ramai!
Laksana seorang jandalah ia,
yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa.
Yang dahulu ratu di antara kota-kota,
sekarang menjadi jajahan. 
Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis,
air matanya bercucuran di pipi;
dari semua kekasihnya,
tak ada seorangpun yang menghibur dia.
Semua temannya mengkhianatinya,
mereka menjadi seterunya. 
Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara
dan karena perbudakan yang berat;
ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa,
namun tidak mendapat ketenteraman;
siapa saja yang menyerang
dapat memasukinya pada saat ia terdesak. 
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita,
karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada;
sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya,
berkeluh kesahlah imam-imamnya;
bersedih pedih dara-daranya;
dan dia sendiri pilu hatinya. 
Lawan-lawan menguasainya,
seteru-seterunya berbahagia.
Sungguh, TUHAN membuatnya merana,
karena banyak pelanggarannya;
kanak-kanaknya berjalan di depan lawan
sebagai tawanan. 
Lenyaplah dari puteri Sion
segala kemuliaannya;
pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa
yang tidak menemukan padang rumput;
mereka berjalan tanpa daya
di depan yang mengejarnya. 
Terkenanglah Yerusalem,
pada hari-hari sengsara dan penderitaannya,
akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala;
tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan,
dan tak ada penolong baginya,
para lawan memandangnya,
dan tertawa karena keruntuhannya. 
Yerusalem sangat berdosa,
sehingga najis adanya;
semua yang dahulu menghormatinya,
sekarang menghinanya,
karena melihat telanjangnya;
dan dia sendiri berkeluh kesah,
dan memalingkan mukanya. 
Kenajisannya melekat
pada ujung kainnya;
ia tak berpikir akan akhirnya,
sangatlah dalam ia jatuh,
tiada orang yang menghiburnya.
"Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku,
karena si seteru membesarkan dirinya!" 
Si lawan mengulurkan tangannya
kepada segala harta bendanya;
bahkan harus dilihatnya bagaimana
bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya,
padahal Engkau, ya TUHAN,
telah melarang mereka untuk masuk jemaah-Mu. 
Berkeluh kesah seluruh penduduknya,
sedang mereka mencari roti;
harta benda mereka berikan ganti makanan,
untuk menyambung hidupnya.
"Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah,
betapa hina aku ini! 
Acuh tak acuhkah kamu
sekalian yang berlalu?
Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan
seperti kesedihan yang ditimpakan TUHAN kepadaku,
untuk membuat aku merana
tatkala murka-Nya menyala-nyala! 
Dari atas dikirim-Nya api
masuk ke dalam tulang-tulangku;
dihamparkan-Nya jaring di muka kakiku,
didesak-Nya aku mundur;
aku dibuat-Nya terkejut,
kesakitan sepanjang hari. 
Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat,
suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan,
yang ditaruh di atas tengkukku,
sehingga melumpuhkan kekuatanku;
Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang,
yang tidak dapat kutentangi. 
Tuhan membuang semua pahlawanku
yang ada dalam lingkunganku;
Ia menyelenggarakan pesta menentang aku
untuk membinasakan teruna-terunaku;
Tuhan telah menginjak-injak puteri Yehuda, dara itu,
seperti orang mengirik memeras anggur. 
Karena inilah aku menangis,
mataku mencucurkan air;
karena jauh dari padaku penghibur
yang dapat menyegarkan jiwaku;
bingunglah anak-anakku,
karena terlampau kuat si seteru." 
Sion mengulurkan tangannya,
tetapi tak ada orang yang menghiburnya;
terhadap Yakub dikerahkan TUHAN
tetangga-tetangganya sebagai lawan.
Yerusalem telah menjadi najis
di tengah-tengah mereka. 
"Tuhanlah yang benar,
karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya;
dengarlah hai segala bangsa,
dan lihatlah kesedihanku;
dara-daraku dan teruna-terunaku
pergi sebagai tawanan. 
Aku memanggil kekasih-kekasihku,
tetapi mereka memperdayakan aku;
imam-imamku dan para tua-tuaku
telah mati semuanya di kota,
tatkala mencari makan bagi dirinya
untuk menyambung hidupnya. 
Ya, TUHAN, lihatlah, betapa besar ketakutanku,
betapa gelisah jiwaku;
hatiku terbolak-balik di dalam dadaku,
karena sudah melampaui batas aku memberontak;
di luar keturunanku dibinasakan oleh pedang,
di dalam rumah oleh penyakit sampar. 
Dengarlah bagaimana keluh kesahku,
sedang tiada penghibur bagiku;
seteru-seteruku mendengar tentang kecelakaanku,
mereka gembira karena Engkau yang mendatangkannya!
Datanglah kiranya hari yang telah Engkau umumkan itu,
dan biarlah mereka menjadi seperti aku! 
Biarlah segala kejahatan mereka datang ke hadapan-Mu,
dan perbuatlah kepada mereka,
seperti Engkau telah perbuat kepadaku
oleh karena segala pelanggaranku;
karena banyaklah keluh kesahku,
dan pedih hatiku."
___