31 May 2014

31 Mei - Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 14-16)

31 Mei - Amsal 14, 15, 16

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya,
tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.
Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN,
tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.
Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya,
tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.
Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum,
tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.
Saksi yang setia tidak berbohong,
tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.
Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia,
sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.
Jauhilah orang bebal,
karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.
Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik,
tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.
Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan,
tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.
Hati mengenal kepedihannya sendiri,
dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.
Rumah orang fasik akan musnah,
tetapi kemah orang jujur akan mekar.
Ada jalan yang disangka orang lurus,
tetapi ujungnya menuju maut.
Di dalam tertawapun hati dapat merana,
dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.
Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya,
dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.
Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan,
tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.
Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan,
tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh,
tetapi orang yang bijaksana, bersabar.
Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan,
tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.
Orang jahat tunduk di dekat orang baik,
orang fasik di depan pintu gerbang orang benar.
Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci,
tetapi sahabat orang kaya itu banyak.
Siapa menghina sesamanya berbuat dosa,
tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.
Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan?
Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia.
Dalam tiap jerih payah ada keuntungan,
tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.
Mahkota orang bijak adalah kepintarannya;
tajuk orang bebal adalah kebodohannya.
Saksi yang setia menyelamatkan hidup,
tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat.
Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar,
bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.
Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan
sehingga orang terhindar dari jerat maut.
Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja,
tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.
Orang yang sabar besar pengertiannya,
tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.
Hati yang tenang menyegarkan tubuh,
tetapi iri hati membusukkan tulang.
Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya,
tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya,
tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian,
tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
Kebenaran meninggikan derajat bangsa,
tetapi dosa adalah noda bangsa.
Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi,
tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan,
tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.
Mata TUHAN ada di segala tempat,
mengawasi orang jahat dan orang baik.
Lidah lembut adalah pohon kehidupan,
tetapi lidah curang melukai hati.
Orang bodoh menolak didikan ayahnya,
tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.
Di rumah orang benar ada banyak harta benda,
tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.
Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan,
tetapi hati orang bebal tidak jujur.
Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.
Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar,
dan siapa benci kepada teguran akan mati.
Dunia orang mati dan kebinasaan terbuka di hadapan TUHAN,
lebih-lebih hati anak manusia!
Si pencemooh tidak suka ditegur orang;
ia tidak mau pergi kepada orang bijak.
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri,
tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
Hati orang berpengertian mencari pengetahuan,
tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.
Hari orang berkesusahan buruk semuanya,
tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.
Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN
dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.
Lebih baik sepiring sayur dengan kasih
dari pada lembu tambun dengan kebencian.
Si pemarah membangkitkan pertengkaran,
tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.
Jalan si pemalas seperti pagar duri,
tetapi jalan orang jujur adalah rata.
Anak yang bijak menggembirakan ayahnya,
tetapi orang yang bebal menghina ibunya.
Kebodohan adalah kesukaan bagi yang tidak berakal budi,
tetapi orang yang pandai berjalan lurus.
Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan,
tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.
Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya,
dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas,
supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.
Rumah orang congkak dirombak TUHAN,
tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap.
Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi perkataan yang ramah itu suci.
Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya,
tetapi siapa membenci suap akan hidup.
Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya,
tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.
TUHAN itu jauh dari pada orang fasik,
tetapi doa orang benar didengar-Nya.
Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati,
dan kabar yang baik menyegarkan tulang.
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan
akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.
Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri,
tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat,
dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati,
tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.
Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN,
maka terlaksanalah segala rencanamu.
TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing,
bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.
Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN;
sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.
Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni,
karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang,
maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia.
Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran,
dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya,
tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.
Keputusan dari Allah ada di bibir raja,
kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah.
Timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan TUHAN,
segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya.
Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja,
karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran.
Bibir yang benar dikenan raja,
dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.
Kegeraman raja adalah bentara maut,
tetapi orang bijak memadamkannya.
Wajah raja yang bercahaya memberi hidup
dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.
Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas,
dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.
Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur;
siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
Kecongkakan mendahului kehancuran,
dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati
dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan,
dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.
Orang yang bijak hati disebut berpengertian,
dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya,
tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.
Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi,
dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu,
manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Ada jalan yang disangka lurus,
tetapi ujungnya menuju maut.
Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja,
karena mulutnya memaksa dia.
Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan,
dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.
Orang yang curang menimbulkan pertengkaran,
dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya,
dan membawa dia di jalan yang tidak baik.
Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat;
siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.
Rambut putih adalah mahkota yang indah,
yang didapat pada jalan kebenaran.
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Undi dibuang di pangkuan,
tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.
___

30 May 2014

30 Mei - Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 11-13)

30 Mei - Amsal 11, 12, 13

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.
Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh,
tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya,
tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Pada hari kemurkaan harta tidak berguna,
tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.
Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya,
tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.
Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya,
tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.
Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya,
dan harapan orang jahat menjadi sia-sia.
Orang benar diselamatkan dari kesukaran,
lalu orang fasik menggantikannya.
Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia,
tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.
Bila orang benar mujur, beria-rialah kota,
dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.
Berkat orang jujur memperkembangkan kota,
tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.
Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi,
tetapi orang yang pandai, berdiam diri.
Siapa mengumpat, membuka rahasia,
tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.
Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa,
tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.
Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain,
tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.
Perempuan yang baik hati beroleh hormat;
sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.
Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,
tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.
Orang fasik membuat laba yang sia-sia,
tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.
Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati,
menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.
Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.
Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman,
tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.
Seperti anting-anting emas di jungur babi,
demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata,
harapan orang fasik mendatangkan murka.
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,
siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang,
tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang,
tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;
tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin;
orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
Hasil orang benar adalah pohon kehidupan,
dan siapa bijak, mengambil hati orang.
Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi,
lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan;
tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
Orang baik dikenan TUHAN,
tetapi si penipu dihukum-Nya.
Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan,
tetapi akar orang benar tidak akan goncang.
Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya,
tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.
Rancangan orang benar adalah adil,
tujuan orang fasik memperdaya.
Perkataan orang fasik menghadang darah,
tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang.
Orang fasik dijatuhkan sehingga mereka tidak ada lagi,
tetapi rumah orang benar berdiri tetap.
Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya,
tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina.
Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri,
dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.
Orang benar memperhatikan hidup hewannya,
tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.
Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan,
tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.
Orang fasik mengingini jala orang jahat,
tetapi akar orang benar mendatangkan hasil.
Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya,
tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran.
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan,
dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.
Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri,
tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.
Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga,
tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.
Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil,
tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya.
Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang,
tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya,
tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
Tipu daya ada di dalam hati orang yang merencanakan kejahatan,
tetapi orang yang menasihatkan kesejahteraan mendapat sukacita.
Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun,
tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.
Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya,
tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan.
Tangan orang rajin memegang kekuasaan,
tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,
tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.
Orang benar mendapati tempat penggembalaannya,
tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Orang malas tidak akan menangkap buruannya,
tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
Di jalan kebenaran terdapat hidup,
tetapi jalan kemurtadan menuju maut.

Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya,
tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.
Dari buah mulutnya seseorang akan makan yang baik,
tetapi nafsu seorang pengkhianat ialah melakukan kelaliman.
Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya,
siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.
Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,
sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.
Orang benar benci kepada dusta,
tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri.
Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya,
tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa.
Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa,
ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.
Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang,
tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman.
Terang orang benar bercahaya gemilang,
sedangkan pelita orang fasik padam.
Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran,
tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.
Harta yang cepat diperoleh akan berkurang,
tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.
Harapan yang tertunda menyedihkan hati,
tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya,
tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.
Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan,
sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.
Akal budi yang baik mendatangkan karunia,
tetapi jalan pengkhianat-pengkhianat mencelakakan mereka.
Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan,
tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.
Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka,
tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.
Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.
Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati,
menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak,
tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.
Orang berdosa dikejar oleh malapetaka,
tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,
tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan,
tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.
Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya;
tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.
Orang benar makan sekenyang-kenyangnya,
tetapi perut orang fasik menderita kekurangan.

___

29 May 2014

29 Mei - Amsal-amsal Salomo mengenai hikmat (Amsal 8-10)

29 Mei - Amsal 8, 9, 10

Wejangan Hikmat
Bukankah hikmat berseru-seru,
dan kepandaian memperdengarkan suaranya?
Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan,
di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri,
di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota,
pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring:
"Hai para pria, kepadamulah aku berseru,
kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.
Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan,
hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.
Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam
dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.
Karena lidahku mengatakan kebenaran,
dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.
Segala perkataan mulutku adalah adil,
tidak ada yang belat-belit atau serong.
Semuanya itu jelas bagi yang cerdas,
lurus bagi yang berpengetahuan.
Terimalah didikanku, lebih dari pada perak,
dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.
Karena hikmat lebih berharga dari pada permata,
apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan,
dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan;
aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,
tingkah laku yang jahat,
dan mulut penuh tipu muslihat.
Padaku ada nasihat dan pertimbangan,
akulah pengertian, padakulah kekuatan.
Karena aku para raja memerintah,
dan para pembesar menetapkan keadilan.
Karena aku para pembesar berkuasa
juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku,
dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
Kekayaan dan kehormatan ada padaku,
juga harta yang tetap dan keadilan.
Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua,
hasilku lebih dari pada perak pilihan.
Aku berjalan pada jalan kebenaran,
di tengah-tengah jalan keadilan,
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku,
dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya,
sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk,
pada mula pertama, sebelum bumi ada.
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir,
sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
Sebelum gunung-gunung tertanam
dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya
atau debu dataran yang pertama.
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana,
ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,
dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
ketika Ia menentukan batas kepada laut,
supaya air jangan melanggar titah-Nya,
dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan,
setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya,
dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
aku bermain-main di atas muka bumi-Nya
dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku,
karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak;
janganlah mengabaikannya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku,
yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup,
dan TUHAN berkenan akan dia.
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya;
semua orang yang membenci aku, mencintai maut."


Undangan hikmat dan undangan kebodohan
Hikmat telah mendirikan rumahnya,
menegakkan ketujuh tiangnya,
memotong ternak sembelihannya,
mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru
di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada yang tidak berakal budi katanya: "
Marilah, makanlah rotiku,
dan minumlah anggur yang telah kucampur;
buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup,
dan ikutilah jalan pengertian."
Siapa mendidik seorang pencemooh,
mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri,
dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
Janganlah mengecam seorang pencemooh,
supaya engkau jangan dibencinya,
kecamlah orang bijak,
maka engkau akan dikasihinya,
berilah orang bijak nasihat,
maka ia akan menjadi lebih bijak,
ajarilah orang benar,
maka pengetahuannya akan bertambah.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Karena oleh aku umurmu diperpanjang,
dan tahun-tahun hidupmu ditambah.
Jikalau engkau bijak,
kebijakanmu itu bagimu sendiri,
jikalau engkau mencemooh,
engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.
Perempuan bebal cerewet, sangat tidak berpengalaman ia,
dan tidak tahu malu.
Ia duduk di depan pintu rumahnya
di atas kursi di tempat-tempat yang tinggi di kota,
dan orang-orang yang berlalu di jalan,
yang lurus jalannya diundangnya dengan kata-kata:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya:
"Air curian manis,
dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."
Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah
dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.


Kumpulan amsal-amsal Salomo
Amsal-amsal Salomo.
Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya,
tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.
Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna,
tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan,
tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.
Tangan yang lamban membuat miskin,
tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.
Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi;
siapa tidur pada waktu panen membuat malu.
Berkat ada di atas kepala orang benar,
tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat,
tetapi nama orang fasik menjadi busuk.
Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah,
tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya,
tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.
Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan,
siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
Mulut orang benar adalah sumber kehidupan,
tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
Kebencian menimbulkan pertengkaran,
tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat,
tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.
Orang bijak menyimpan pengetahuan,
tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.
Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya,
tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan.
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan,
penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.
Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan,
tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.
Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya;
siapa mengumpat adalah orang bebal.
Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran,
tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
Lidah orang benar seperti perak pilihan,
tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
Bibir orang benar menggembalakan banyak orang,
tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya,
susah payah tidak akan menambahinya.
Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal,
sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.
Apa yang menggentarkan orang fasik, itulah yang akan menimpa dia,
tetapi keinginan orang benar akan diluluskan.
Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik,
tetapi orang benar adalah alas yang abadi.
Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata,
demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya.
Takut akan TUHAN memperpanjang umur,
tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.
Harapan orang benar akan menjadi sukacita,
tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus,
tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.
Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya,
tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.
Mulut orang benar mengeluarkan hikmat,
tetapi lidah bercabang akan dikerat.
Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan,
tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.

___

28 May 2014

28 Mei - Amsal-amsal Salomo mengenai perzinahan dan berbagai-bagai nasihat (Amsal 5-7)

28 Mei - Amsal 5, 6, 7

Nasihat mengenai perzinahan
Hai anakku,
perhatikanlah hikmatku,
arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,
supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan
dan bibirmu memelihara pengetahuan.
Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu
dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
tetapi kemudian ia pahit seperti empedu,
dan tajam seperti pedang bermata dua.
Kakinya turun menuju maut,
langkahnya menuju dunia orang mati.
Ia tidak menempuh jalan kehidupan,
jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku,
janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
Jauhkanlah jalanmu dari pada dia,
dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain,
dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu,
dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal
dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau
daging dan tubuhmu habis binasa,
lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan,
dan hatiku menolak teguran;
mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku,
dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka
di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan."
Minumlah air dari kulahmu sendiri,
minumlah air dari sumurmu yang membual.
Patutkah mata airmu meluap ke luar
seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan?
Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri,
jangan juga menjadi kepunyaan orang lain.
Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:
rusa yang manis, kijang yang jelita;
biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau,
dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.
Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang,
dan mendekap dada perempuan asing?
Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN,
dan segala langkah orang diawasi-Nya.
Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya,
dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.
Ia mati, karena tidak menerima didikan
dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Berbagai-bagai nasihat
Hai anakku,
jikalau engkau menjadi penanggung sesamamu,
dan membuat persetujuan dengan orang lain;
jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu,
tertangkap dalam perkataan mulutmu,
buatlah begini, hai anakku,
dan lepaskanlah dirimu,
karena engkau telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu:
pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu;
janganlah membiarkan matamu tidur,
dan kelopak matamu mengantuk;
lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan,
seperti burung dari pada tangan pemikat.
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas,
dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring?
Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring"
-- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong,
yang mengedipkan matanya,
yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari,
yang hatinya mengandung tipu muslihat,
yang senantiasa merencanakan kejahatan,
dan yang menimbulkan pertengkaran.
Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba,
sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.
Enam perkara ini yang dibenci TUHAN,
bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan
dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Nasihat tentang perzinahan
Hai anakku,
peliharalah perintah ayahmu,
dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.
Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu,
kalungkanlah pada lehermu.
Jikalau engkau berjalan,
engkau akan dipimpinnya,
jikalau engkau berbaring,
engkau akan dijaganya,
jikalau engkau bangun,
engkau akan disapanya.
Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya,
dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat,
terhadap kelicikan lidah perempuan asing.
Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu,
janganlah terpikat oleh bulu matanya.
Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting,
tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.
Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju
dengan tidak terbakar pakaiannya?
Atau dapatkah orang berjalan di atas bara,
dengan tidak hangus kakinya?
Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya;
tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.
Apakah seorang pencuri tidak akan dihina,
apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?
Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat,
segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.
Siapa melakukan zinah tidak berakal budi;
orang yang berbuat demikian merusak diri.
Siksa dan cemooh diperolehnya,
malunya tidak terhapuskan.
Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki,
ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;
ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun,
dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.
Hai anakku,
berpeganglah pada perkataanku,
dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup;
simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu,
dan tulislah itu pada loh hatimu.
Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku"
dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,
supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang,
terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat,
dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,
kulihat di antara yang tak berpengalaman,
kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,
yang menyeberang dekat sudut jalan,
lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,
pada waktu senja, pada petang hari,
di malam yang gelap.
Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan,
berpakaian sundal dengan hati licik;
cerewet dan liat perempuan ini,
kakinya tak dapat tenang di rumah,
sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan,
dekat setiap tikungan ia menghadang.
Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya,
dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:
"Aku harus mempersembahkan korban keselamatan,
dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.
Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau,
untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.
Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku,
kain lenan beraneka warna dari Mesir.
Pembaringanku telah kutaburi dengan mur,
gaharu dan kayu manis.
Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari,
dan bersama-sama menikmati asmara.
Karena suamiku tidak di rumah,
ia sedang dalam perjalanan jauh,
sekantong uang dibawanya,
ia baru pulang menjelang bulan purnama."
Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan,
dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia
seperti lembu yang dibawa ke pejagalan,
dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,
sampai anak panah menembus hatinya;
seperti burung dengan cepat menuju perangkap,
dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.
Oleh sebab itu, hai anak-anak,
dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.
Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu,
dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.
Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya,
sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.
Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati,
yang menurun ke ruangan-ruangan maut.
___