21 January 2014

21 Januari - Teguran Bildad dan Zohar, Ayub menjawab

21 Januari – Ayub 8:1-11:20

Bildad membela keadilan hukuman Allah
Maka berbicaralah Bildad, orang Suah:
"Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu,
dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu?
Masakan Allah membengkokkan keadilan?
Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?
Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia,
maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka.
Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah,
dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa,
kalau engkau bersih dan jujur,
maka tentu Ia akan bangkit demi engkau
dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.
Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina,
tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.

Bertanya-tanyalah tentang orang-orang zaman dahulu,
dan perhatikanlah apa yang diselidiki para nenek moyang.
Sebab kita, anak-anak kemarin, tidak mengetahui apa-apa;
karena hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi.
Bukankah mereka yang harus mengajari engkau dan yang harus berbicara kepadamu,
dan melahirkan kata-kata dari akal budi mereka?
Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa,
atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air?
Sementara dalam pertumbuhan, sebelum waktunya disabit,
layulah ia lebih dahulu dari pada rumput lain.
Demikianlah pengalaman semua orang yang melupakan Allah;
maka lenyaplah harapan orang fasik,
yang andalannya seperti benang laba-laba,
kepercayaannya seperti sarang laba-laba.
Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak,
ia menjadikannya tempat berpegang, tetapi rumah itu tidak tahan.
Ia seperti tumbuh-tumbuhan yang masih segar di panas matahari,
sulurnya menjulur di seluruh taman.
Akar-akarnya membelit timbunan batu,
menyusup ke dalam sela-sela batu itu.
Tetapi bila ia dicabut dari tempatnya,
maka tempatnya itu tidak mengakuinya lagi,
katanya: Belum pernah aku melihat engkau!
Demikianlah kesukaan hidupnya,
dan tumbuh-tumbuhan lain timbul dari tanah.

Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh,
dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat.
Ia masih akan membuat mulutmu tertawa
dan bibirmu bersorak-sorak.
Pembencimu akan terselubung dengan malu,
dan kemah orang fasik akan tidak ada lagi."

Jawab Ayub: Tidak seorang pun dapat bertahan di hadapan Allah
Tetapi Ayub menjawab:
"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya,
masakan manusia benar di hadapan Allah?
Jikalau ia ingin beperkara dengan Allah
satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya.
Allah itu bijak dan kuat,
siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat?
Dialah yang memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang,
yang membongkar-bangkirkannya dalam murka-Nya;
yang menggeserkan bumi dari tempatnya,
sehingga tiangnya bergoyang-goyang;
yang memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit,
dan mengurung bintang-bintang dengan meterai;
yang seorang diri membentangkan langit,
dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut;
yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik,
bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan;
yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga,
dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya.
Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya,
dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui.
Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya?
Siapa akan menegur-Nya: Apa yang Kaulakukan?
Allah tidak menahani murka-Nya,
di bawah kuasa-Nya para pembantu Rahab membungkuk;
lebih-lebih aku, bagaimana aku dapat membantah Dia,
memilih kata-kataku di hadapan Dia?
Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia,
malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.
Bila aku berseru, Ia menjawab;
aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku;
Dialah yang meremukkan aku dalam angin ribut,
yang memperbanyak lukaku dengan tidak semena-mena,
yang tidak membiarkan aku bernafas,
tetapi mengenyangkan aku dengan kepahitan.
Jika mengenai kekuatan tenaga,
Dialah yang mempunyai!
Jika mengenai keadilan,
siapa dapat menggugat Dia?
Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatakan aku tidak benar;
sekalipun aku tidak bersalah, Ia akan menyatakan aku bersalah.
Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku,
aku tidak hiraukan hidupku!
Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata:
yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya.
Bila cemeti-Nya membunuh dengan tiba-tiba,
Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah.
Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik,
dan mata para hakimnya telah ditutup-Nya;
kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi?
Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada seorang pelari,
lenyap tanpa melihat bahagia,
meluncur lewat laksana perahu dari pandan,
seperti rajawali yang menyambar mangsanya.
Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku,
mengubah air mukaku, dan bergembira,
maka takutlah aku kepada segala kesusahanku;
aku tahu, bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tidak bersalah.
Aku dinyatakan bersalah,
apa gunanya aku menyusahkan diri dengan sia-sia?
Walaupun aku membasuh diriku dengan salju
dan mencuci tanganku dengan sabun,
namun Engkau akan membenamkan aku dalam lumpur,
sehingga pakaianku merasa jijik terhadap aku.
Karena Dia bukan manusia seperti aku,
sehingga aku dapat menjawab-Nya:
Mari bersama-sama menghadap pengadilan.
Tidak ada wasit di antara kami,
yang dapat memegang kami berdua!
Biarlah Ia menyingkirkan pentung-Nya dari padaku,
jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia,
maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia,
karena aku tidak menyadari kesalahanku."

Apakah maksud Allah dengan penderitaan?
"Aku telah bosan hidup,
aku hendak melampiaskan keluhanku,
aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku;
beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku.
Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan,
membuang hasil jerih payah tangan-Mu,
sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik?
Apakah Engkau mempunyai mata badani?
Samakah penglihatan-Mu dengan penglihatan manusia?
Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia,
tahun-tahun-Mu seperti hari-hari orang laki-laki,
sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku,
dan mengusut dosaku,
padahal Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah,
dan bahwa tiada seorangpun dapat memberi kelepasan dari tangan-Mu?

Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku,
tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku?
Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat,
tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?
Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu,
dan mengentalkan aku seperti keju?
Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku,
serta menjalin aku dengan tulang dan urat.
Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku,
dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.
Tetapi inilah yang Kausembunyikan di dalam hati-Mu;
aku tahu, bahwa inilah maksud-Mu:
kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku,
dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku.
Kalau aku bersalah, celakalah aku!
dan kalau aku benar, aku takkan berani mengangkat kepalaku,
karena kenyang dengan penghinaan, dan karena melihat sengsaraku.
Kalau aku mengangkat kepalaku,
maka seperti singa Engkau akan memburu aku,
dan menunjukkan kembali kuasa-Mu yang ajaib kepadaku.
Engkau akan mengajukan saksi-saksi baru terhadap aku,
--Engkau memperbesar kegeraman-Mu terhadap aku--
dan pasukan-pasukan baru, bahkan bala tentara melawan aku.

Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan?
Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku!
Maka aku seolah-olah tidak pernah ada;
dari kandungan ibu aku langsung dibawa ke kubur.
Bukankah hari-hari umurku hanya sedikit?
Biarkanlah aku, supaya aku dapat bergembira sejenak,
sebelum aku pergi, dan tidak kembali lagi,
ke negeri yang gelap dan kelam pekat,
ke negeri yang gelap gulita, tempat yang kelam pekat dan kacau balau,
di mana cahaya terang serupa dengan kegelapan."

Anjuran Zofar supaya Ayub merendahkan diri di hadapan Allah
Maka berbicaralah Zofar, orang Naama:
"Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab?
Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan?
Apakah orang harus diam terhadap bualmu?
Dan kalau engkau mengolok-olok,
apakah tidak ada yang mempermalukan engkau?
Katamu: Pengajaranku murni,
dan aku bersih di mata-Mu.
Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman,
dan membuka mulut-Nya terhadap engkau,
dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat,
karena itu ajaib bagi pengertian.
Maka engkau akan mengetahui,
bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu.

Dapatkah engkau memahami hakekat Allah,
menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?
Tingginya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan?
Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui?
Lebih panjang dari pada bumi ukurannya,
dan lebih luas dari pada samudera.
Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan,
dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangi-Nya?
Karena Ia mengenal penipu
dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya.
Jikalau orang dungu dapat mengerti,
maka anak keledai liarpun dapat lahir sebagai manusia.

Jikalau engkau ini menyediakan hatimu,
dan menadahkan tanganmu kepada-Nya;
jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu,
dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu,
maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela,
dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut,
bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu,
hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu.
Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari,
kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari.
Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan,
dan sesudah memeriksa kiri kanan,
engkau akan pergi tidur dengan tenteram;
engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu,
dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu.
Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun,
mereka tidak dapat melarikan diri lagi;
yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas."



No comments:

Post a Comment