04 June 2014

04 Juni – Kidung Agung dari Salomo

04 Juni - Kidung Agung 1-8


Kidung agung dari Salomo.

Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
--Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,
harum bau minyakmu,
bagaikan minyak yang tercurah namamu,
oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!
Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya.
Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau,
kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur!
Layaklah mereka cinta kepadamu!
Memang hitam aku, tetapi cantik,
hai puteri-puteri Yerusalem,
seperti kemah orang Kedar,
seperti tirai-tirai orang Salma.
Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam,
karena terik matahari membakar aku.
Putera-putera ibuku marah kepadaku,
aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur;
kebun anggurku sendiri tak kujaga.
Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku,
di mana kakanda menggembalakan domba,
di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari.
Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
--Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita,
ikutilah jejak-jejak domba,
dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.
Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan puji-memuji
--Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun
kuumpamakan engkau, manisku.
Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan
dan lehermu di tengah kalung-kalung.
Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas
dengan manik-manik perak.

--Sementara sang raja duduk pada mejanya,
semerbak bau narwastuku.
Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur,
tersisip di antara buah dadaku.
Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar
di kebun-kebun anggur En-Gedi.

--Lihatlah, cantik engkau, manisku,
sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.
--Lihatlah, tampan engkau, kekasihku,
sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
Dari kayu aras balok-balok rumah kita,
dari kayu eru papan dinding-dinding kita.
Bunga mawar dari Saron aku,
bunga bakung di lembah-lembah.

--Seperti bunga bakung di antara duri-duri,
demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
--Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan,
demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna.
Di bawah naungannya aku ingin duduk,
buahnya manis bagi langit-langitku.
Telah dibawanya aku ke rumah pesta,
dan panjinya di atasku adalah cinta.
Kuatkanlah aku dengan penganan kismis,
segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
tangan kanannya memeluk aku.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem,
demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang:
jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Di pintu mempelai perempuan
Dengarlah! Kekasihku!
Lihatlah, ia datang,
melompat-lompat di atas gunung-gunung,
meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
Kekasihku serupa kijang,
atau anak rusa.
Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita,
sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap
dan melihat dari kisi-kisi.
Kekasihku mulai berbicara kepadaku:
"Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
Karena lihatlah, musim dingin telah lewat,
hujan telah berhenti dan sudah lalu.
Di ladang telah nampak bunga-bunga,
tibalah musim memangkas;
bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
Pohon ara mulai berbuah,
dan bunga pohon anggur semerbak baunya.
Bangunlah, manisku,
jelitaku, marilah!
Merpatiku di celah-celah batu,
di persembunyian lereng-lereng gunung,
perlihatkanlah wajahmu,
perdengarkanlah suaramu!
Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu,
rubah-rubah yang kecil,
yang merusak kebun-kebun anggur,
kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Kekasihku kepunyaanku,
dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba
di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus
dan bayang-bayang menghilang,
kembalilah, kekasihku,
berlakulah seperti kijang,
atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!

Impian mempelai perempuan
Di atas ranjangku pada malam hari
kucari jantung hatiku.
Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku hendak bangun dan berkeliling di kota;
di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan
kucari dia, jantung hatiku.
Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku ditemui peronda-peronda kota.
"Apakah kamu melihat jantung hatiku?"
Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku;
kupegang dan tak kulepaskan dia,
sampai kubawa dia ke rumah ibuku,
ke kamar orang yang melahirkan aku.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem,
demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang:
jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Iring-iringan mempelai
Apakah itu yang membubung dari padang gurun
seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput
dengan harum mur dan kemenyan
dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?
Lihat, itulah joli Salomo,
dikelilingi oleh enam puluh pahlawan
dari antara pahlawan-pahlawan Israel.
Semua membawa pedang, terlatih dalam perang,
masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.
Raja Salomo membuat bagi dirinya
suatu tandu dari kayu Libanon.
Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak,
sandarannya dari emas,
tempat duduknya berwarna ungu,
bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang.
Hai puteri-puteri Yerusalem,
puteri-puteri Sion,
keluarlah dan tengoklah raja Salomo
dengan mahkota yang dikenakan kepadanya
oleh ibunya pada hari pernikahannya,
pada hari kesukaan hatinya.

Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
Lihatlah, cantik engkau, manisku,
sungguh cantik engkau!
Bagaikan merpati matamu
di balik telekungmu.
Rambutmu bagaikan kawanan kambing
yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur,
yang keluar dari tempat pembasuhan,
yang beranak kembar semuanya,
yang tak beranak tak ada.
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,
dan elok mulutmu.
Bagaikan belahan buah delima
pelipismu di balik telekungmu.
Lehermu seperti menara Daud,
dibangun untuk menyimpan senjata.
Seribu perisai tergantung padanya
dan gada para pahlawan semuanya.
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang,
aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
Engkau cantik sekali, manisku,
tak ada cacat cela padamu.
Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku,
datanglah kepadaku dari gunung Libanon,
turunlah dari puncak Amana,
dari puncak Senir dan Hermon,
dari liang-liang singa,
dari pegunungan tempat macan tutul!
Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku,
engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata,
dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
Betapa nikmat kasihmu,
dinda, pengantinku!
Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur,
dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku,
madu dan susu ada di bawah lidahmu,
dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau,
kebun tertutup dan mata air termeterai.
Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima
dengan buah-buahnya yang lezat,
bunga pacar dan narwastu,
narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis
dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu,
beserta pelbagai rempah yang terpilih.
O, mata air di kebun,
sumber air hidup,
yang mengalir dari gunung Libanon!

Kedua mempelai saling menyapa
--Bangunlah, hai angin utara,
dan marilah, hai angin selatan,
bertiuplah dalam kebunku,
supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya!
Semoga kekasihku datang ke kebunnya
dan makan buah-buahnya yang lezat.
--Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku,
kukumpulkan mur dan rempah-rempahku,
kumakan sambangku dan maduku,
kuminum anggurku dan susuku.
Makanlah, teman-teman, minumlah,
minumlah sampai mabuk cinta!

Kerinduan mempelai perempuan
Aku tidur, tetapi hatiku bangun.
Dengarlah, kekasihku mengetuk.
"Bukalah pintu, dinda, manisku,
merpatiku, idam-idamanku,
karena kepalaku penuh embun,
dan rambutku penuh tetesan embun malam!"
"Bajuku telah kutanggalkan,
apakah aku akan mengenakannya lagi?
Kakiku telah kubasuh,
apakah aku akan mengotorkannya pula?"
Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu,
berdebar-debarlah hatiku.
Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku,
tanganku bertetesan mur;
bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
Kekasihku kubukakan pintu,
tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap.
Seperti pingsan aku ketika ia menghilang.
Kucari dia, tetapi tak kutemui,
kupanggil, tetapi tak disahutnya.
Aku ditemui peronda-peronda kota,
dipukulinya aku, dilukainya,
selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem:
bila kamu menemukan kekasihku,
apakah yang akan kamu katakan kepadanya?
Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!

Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki di hadapan puteri-puteri Yerusalem
--Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain,
hai jelita di antara wanita?
Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain,
sehingga kausumpahi kami begini?

--Putih bersih dan merah cerah kekasihku,
menyolok mata di antara selaksa orang.
Bagaikan emas, emas murni, kepalanya,
rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
Matanya bagaikan merpati pada batang air,
bermandi dalam susu,
duduk pada kolam yang penuh.
Pipinya bagaikan bedeng rempah-rempah,
petak-petak rempah-rempah akar.
Bunga-bunga bakung bibirnya,
bertetesan cairan mur.
Tangannya bundaran emas,
berhiaskan permata Tarsis,
tubuhnya ukiran dari gading,
bertabur batu nilam.
Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih,
bertumpu pada alas emas murni.
Perawakannya seperti gunung Libanon,
terpilih seperti pohon-pohon aras.
Kata-katanya manis semata-mata,
segala sesuatu padanya menarik.
Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku,
hai puteri-puteri Yerusalem.

--Ke mana perginya kekasihmu,
hai jelita di antara wanita?
Ke jurusan manakah kekasihmu pergi,
supaya kami mencarinya besertamu?

--Kekasihku telah turun ke kebunnya,
ke bedeng rempah-rempah untuk menggembalakan domba dalam kebun
dan memetik bunga bakung.
Aku kepunyaan kekasihku,
dan kepunyaanku kekasihku,
yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Mempelai laki-laki memuji mempelai perempuan
Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza,
juita seperti Yerusalem,
dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.
Palingkanlah matamu dari padaku,
sebab aku menjadi bingung karenanya.
Rambutmu bagaikan kawanan kambing
yang bergelombang turun dari Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba,
yang keluar dari tempat pembasuhan,
yang beranak kembar semuanya,
yang tak beranak tak ada.
Bagaikan belahan buah delima
pelipismu di balik telekungmu.
Permaisuri ada enam puluh,
selir delapan puluh,
dan dara-dara tak terbilang banyaknya.
Tetapi dialah satu-satunya merpatiku,
idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya,
anak kesayangan bagi yang melahirkannya;
puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia,
permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.
"Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah,
indah bagaikan bulan purnama,
bercahaya bagaikan surya,
dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"
Ke kebun kenari aku turun
melihat kuntum-kuntum di lembah,
melihat apakah pohon anggur berkuncup
dan pohon-pohon delima berbunga.

Tak sadar diri aku;
kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan.
Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam,
kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau!
Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu
seperti melihat tari-tarian perang?

Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu,
puteri yang berwatak luhur!
Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan,
karya tangan seniman.
Pusarmu seperti cawan yang bulat,
yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum,
berpagar bunga-bunga bakung.
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
seperti anak kembar kijang.
Lehermu bagaikan menara gading,
matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim;
hidungmu seperti menara di gunung Libanon,
yang menghadap ke kota Damsyik.
Kepalamu seperti bukit Karmel,
rambut kepalamu merah lembayung;
seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.

Kenikmatan cinta
Betapa cantik, betapa jelita engkau,
hai tercinta di antara segala yang disenangi.
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma
dan buah dadamu gugusannya.
Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu
dan memegang gugusan-gugusannya
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur
dan nafas hidungmu seperti buah apel.
Kata-katamu manis bagaikan anggur!"

Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya,
melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Kepunyaan kekasihku aku,
kepadaku gairahnya tertuju.
Mari, kekasihku, kita pergi ke padang,
bermalam di antara bunga-bunga pacar!
Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur
dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup,
apakah sudah mekar bunganya,
apakah pohon-pohon delima sudah berbunga!
Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
Semerbak bau buah dudaim;
dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat,
yang telah lama dan yang baru saja dipetik.
Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!
O, seandainya engkau saudaraku laki-laki,
yang menyusu pada buah dada ibuku,
akan kucium engkau bila kujumpai di luar,
karena tak ada orang yang akan menghina aku!
Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku,
supaya engkau mengajar aku.
Akan kuberi kepadamu anggur yang harum untuk diminum,
air buah delimaku.
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
tangan kanannya memeluk aku.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem:
mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?

Cinta kuat seperti maut
Siapakah dia yang muncul dari padang gurun,
yang bersandar pada kekasihnya?
--Di bawah pohon apel kubangunkan engkau,
di sanalah ibumu telah mengandung engkau,
di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
--Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu,
seperti meterai pada lenganmu,
karena cinta kuat seperti maut,
kegairahan gigih seperti dunia orang mati,
nyalanya adalah nyala api,
seperti nyala api TUHAN!
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta,
sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.
Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta,
namun ia pasti akan dihina.

Mempelai perempuan dan adiknya
--Kami mempunyai seorang adik perempuan,
yang belum mempunyai buah dada.
Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami
pada hari ia dipinang?
Bila ia tembok,
akan kami dirikan atap perak di atasnya;
bila ia pintu,
akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.
--Aku adalah suatu tembok
dan buah dadaku bagaikan menara.
Dalam matanya ketika itu
aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.

Lebih bahagia dari pada Salomo
Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon.
Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga,
masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya.
Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku;
bagimulah seribu keping itu, raja Salomo,
dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.

Kedua mempelai bersahut-sahutan
--Hai, penghuni kebun, teman-teman memperhatikan suaramu,
perdengarkanlah itu kepadaku!

--Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang,
atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah. 
___

03 June 2014

03 Juni – Amsal-amsal orang bijak (Amsal 22-24)

03 Juni - Amsal 22:17-29, 23, 24

Amsal-amsal orang bijak

Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak,
berilah perhatian kepada pengetahuanku.
Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu,
bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.
Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN,
aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.
Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,
untuk mengajarkan kepadamu apa yang benar dan sungguh,
supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.

Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah,
dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang.
Sebab TUHAN membela perkara mereka,
dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.
Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar,
jangan bergaul dengan seorang pemarah,
supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya
dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.
Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan,
dan yang menjadi penanggung hutang.
Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu,
bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali?
Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama,
yang ditetapkan oleh nenek moyangmu.
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya?
Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar,
perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
Taruhlah sebuah pisau pada lehermu,
bila besar nafsumu!
Jangan ingin akan makanannya yang lezat,
itu adalah hidangan yang menipu.

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya,
tinggalkan niatmu ini.
Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia,
karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
Jangan makan roti orang yang kikir,
jangan ingin akan makanannya yang lezat.
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri
demikianlah ia.
"Silakan makan dan minum," katanya kepadamu,
tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
Suap yang telah kaumakan, kau akan muntahkan,
dan kata-katamu yang manis kausia-siakan.

Jangan berbicara di telinga orang bebal,
sebab ia akan meremehkan kata-katamu yang bijak.
Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama,
dan memasuki ladang anak-anak yatim.
Karena penebus mereka kuat,
Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.
Arahkanlah perhatianmu kepada didikan,
dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.
Jangan menolak didikan dari anakmu
ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan.
Engkau memukulnya dengan rotan,
tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.
Hai anakku, jika hatimu bijak,
hatiku juga bersukacita.

Jiwaku bersukaria,
kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa,
tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.
Karena masa depan sungguh ada,
dan harapanmu tidak akan hilang.

Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak,
tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
Janganlah engkau ada di antara peminum anggur
dan pelahap daging.
Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin,
dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.

Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau,
dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya;
demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.
Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak;
yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.
Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita,
biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku,
biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam,
dan perempuan asing adalah sumur yang sempit.
Bahkan, seperti penyamun ia menghadang,
dan memperbanyak pengkhianat di antara manusia.

Siapa mengaduh? Siapa mengeluh?
Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah?
Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya?
Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam,
mereka yang datang mengecap anggur campuran.
Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya,
dan mengilau dalam cawan,
yang mengalir masuk dengan nikmat,
tetapi kemudian memagut seperti ular,
dan menyemburkan bisa seperti beludak.
Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh,
dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau.
Engkau seperti orang di tengah ombak laut,
seperti orang di atas tiang kapal.
Engkau akan berkata:
"Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit.
Orang memalu aku,
tetapi tidak kurasa.
Bilakah aku siuman?
Aku akan mencari anggur lagi."

Jangan iri kepada orang jahat,
jangan ingin bergaul dengan mereka.
Karena hati mereka memikirkan penindasan
dan bibir mereka membicarakan bencana.

Dengan hikmat rumah didirikan,
dengan kepandaian itu ditegakkan,
dan dengan pengertian kamar-kamar diisi
dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat,
juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang,
dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh;
ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Siapa selalu merencanakan kejahatan
akan disebut penipu.
Memikirkan kebodohan mendatangkan dosa,
dan si pencemooh adalah kekejian bagi manusia.
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan,
kecillah kekuatanmu.
Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh,
selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!"
Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya?
Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya,
dan membalas manusia menurut perbuatannya?

Anakku, makanlah madu, sebab itu baik;
dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu:
Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik,
jangan merusak rumahnya.
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh,
jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat,
lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat,
jangan iri kepada orang fasik.
Karena tidak ada masa depan bagi penjahat,
pelita orang fasik akan padam.

Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja;
jangan melawan terhadap kedua-duanya.
Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana,
dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?

Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak.
Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.
Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah",
akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa.
Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia,
mereka akan mendapat ganjaran berkat.
Siapa memberi jawaban yang tepat
mengecup bibir.

Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang;
baru kemudian dirikanlah rumahmu.
Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab,
dan menipu dengan bibirmu.
Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia.
Aku membalas orang menurut perbuatannya."
Aku melalui ladang seorang pemalas
dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak,
tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
Aku memandangnya, aku memperhatikannya,
aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
___

02 June 2014

02 Juni - Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 20-22)

02 Juni - Amsal 20, 21, 22:1-16

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut,
tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.
Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda,
siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya.
Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,
tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
Pada musim dingin si pemalas tidak membajak;
jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam,
tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.
Banyak orang menyebut diri baik hati,
tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Orang benar yang bersih kelakuannya
--berbahagialah keturunannya.
Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan
dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya.
Siapakah dapat berkata:
"Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?"
Dua macam batu timbangan, dua macam takaran,
kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.
Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya,
apakah bersih dan jujur kelakuannya.
Telinga yang mendengar dan mata yang melihat,
kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.
Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin,
bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.
"Tidak baik! Tidak baik!", kata si pembeli,
tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.
Sekalipun ada emas dan permata banyak,
tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan.
Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain,
dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.
Roti hasil tipuan sedap rasanya,
tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.
Rancangan terlaksana oleh pertimbangan,
sebab itu berperanglah dengan siasat.
Siapa mengumpat, membuka rahasia,
sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
Siapa mengutuki ayah atau ibunya,
pelitanya akan padam pada waktu gelap.
Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,
akhirnya tidak diberkati.
Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan,"
nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN,
dan neraca serong itu tidak baik.
Langkah orang ditentukan oleh TUHAN,
tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus",
dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik,
dan menggilas mereka berulang-ulang.
Roh manusia adalah pelita TUHAN,
yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
Kasih dan setia melindungi raja,
dan dengan kasih ia menopang takhtanya.
Hiasan orang muda ialah kekuatannya,
dan keindahan orang tua ialah uban.
Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan,
dan pukulan membersihkan lubuk hati.

Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN,
dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
Melakukan kebenaran dan keadilan
lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
Mata yang congkak dan hati yang sombong,
yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan,
tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan
yang lenyap dari orang yang mencari maut.
Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka,
karena mereka menolak melakukan keadilan.
Berliku-liku jalan si penipu,
tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah
dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
Hati orang fasik mengingini kejahatan
dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.
Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik,
dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah,
tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah,
dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.
Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar,
tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Orang yang menyimpang dari jalan akal budi
akan berhenti di tempat arwah-arwah berkumpul.
Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan,
orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.
Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar,
dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.
Lebih baik tinggal di padang gurun
dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak,
tetapi orang yang bebal memboroskannya.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih
akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan,
dan merobohkan benteng yang mereka percayai.
Siapa memelihara mulut dan lidahnya,
memelihara diri dari pada kesukaran.
Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya,
ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga.
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya,
karena tangannya enggan bekerja.
Keinginan bernafsu sepanjang hari,
tetapi orang benar memberi tanpa batas.
Korban orang fasik adalah kekejian,
lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.
Saksi bohong akan binasa,
tetapi orang yang mendengarkan akan tetap berbicara.
Orang fasik bermuka tebal,
tetapi orang jujur mengatur jalannya.
Tidak ada hikmat dan pengertian,
dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.
Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan,
tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,
dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
Orang kaya dan orang miskin bertemu;
yang membuat mereka semua ialah TUHAN.
Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia,
tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN
adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya;
siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu.
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya,
maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Orang kaya menguasai orang miskin,
yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,
dan tongkat amarahnya akan habis binasa.
Orang yang baik hati akan diberkati,
karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.
Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran,
dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.
Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya
menjadi sahabat raja.
Mata TUHAN menjaga pengetahuan,
tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.
Si pemalas berkata:
"Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan."
Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.
Kebodohan melekat pada hati orang muda,
tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri
atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.


___

01 June 2014

01 Juni - Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 17-19)

01 Juni - Amsal 17, 18, 19

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman,
dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.
Budak yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu,
dan akan mendapat bagian warisan bersama-sama dengan saudara-saudara anak itu.
Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat,
seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan.
Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya;
siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman.
Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu
dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.
Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus,
apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta.
Hadiah suapan adalah seperti mestika di mata yang memberinya,
ke mana juga ia memalingkan muka, ia beruntung.
Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih,
tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.
Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian
dari pada seratus pukulan pada orang bebal.
Orang durhaka hanya mencari kejahatan,
tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam.
Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak,
dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya.
Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan,
kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.
Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air;
jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.
Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar,
kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.
Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat,
sedang ia tidak berakal budi?
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Orang yang tidak berakal budi ialah dia yang membuat persetujuan,
yang menjadi penanggung bagi sesamanya.
Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran,
siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.
Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia,
orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka.
Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka,
dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita.
Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi
untuk membelokkan jalan hukum.
Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat,
tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.
Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya,
dan memedihkan hati ibunya.
Mengenakan denda orang benar adalah salah,
memukul orang muliapun tidak patut.
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya,
orang yang berpengertian berkepala dingin.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri
dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.

Orang yang menyendiri, mencari keinginannya,
amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.
Orang bebal tidak suka kepada pengertian,
hanya suka membeberkan isi hatinya.
Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan
dan cela disertai cemooh.
Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam,
tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.
Tidak baik berpihak kepada orang fasik
dengan menolak orang benar dalam pengadilan.
Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan,
dan mulutnya berseru meminta pukulan.
Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya,
bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.
Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan,
yang masuk ke lubuk hati.
Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya
sudah menjadi saudara dari si perusak.
Nama TUHAN adalah menara yang kuat,
ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya
dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.
Tinggi hati mendahului kehancuran,
tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar,
itulah kebodohan dan kecelaannya.
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya,
tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan,
dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.
Hadiah memberi keluasan kepada orang,
membawa dia menghadap orang-orang besar.
Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar,
lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya.
Undian mengakhiri pertengkaran,
dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa.
Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat,
dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.
Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya,
ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
Hidup dan mati dikuasai lidah,
siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik,
dan ia dikenan TUHAN.
Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon,
tetapi orang kaya menjawab dengan kasar.
Ada teman yang mendatangkan kecelakaan,
tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya
dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.
Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik;
orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.
Kebodohan menyesatkan jalan orang,
lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.
Kekayaan menambah banyak sahabat,
tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman,
orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.
Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan,
setiap orang bersahabat dengan si pemberi.
Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya,
apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia.
Ia mengejar mereka, memanggil mereka
tetapi mereka tidak ada lagi.
Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya;
siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.
Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman,
orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.
Kemewahan tidak layak bagi orang bebal,
apalagi bagi seorang budak memerintah pembesar.
Akal budi membuat seseorang panjang sabar
dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.
Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda,
tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.
Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya,
dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.
Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang,
tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.
Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak,
dan orang yang lamban akan menderita lapar.
Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya,
tetapi siapa menghina firman, akan mati.
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah,
memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
Hajarlah anakmu selama ada harapan,
tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.
Orang yang sangat cepat marah akan kena denda,
karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan,
supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
Banyaklah rancangan di hati manusia,
tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;
lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.
Takut akan Allah mendatangkan hidup,
maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.
Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan,
tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.
Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf.
Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya,
memburukkan dan memalukan diri.
Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan,
kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.
Saksi yang tidak berguna mencemoohkan hukum
dan mulut orang fasik menelan dusta.
Hukuman bagi si pencemooh tersedia
dan pukulan bagi punggung orang bebal.

___