03 June 2014

03 Juni – Amsal-amsal orang bijak (Amsal 22-24)

03 Juni - Amsal 22:17-29, 23, 24

Amsal-amsal orang bijak

Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak,
berilah perhatian kepada pengetahuanku.
Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu,
bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.
Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN,
aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.
Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,
untuk mengajarkan kepadamu apa yang benar dan sungguh,
supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.

Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah,
dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang.
Sebab TUHAN membela perkara mereka,
dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.
Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar,
jangan bergaul dengan seorang pemarah,
supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya
dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.
Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan,
dan yang menjadi penanggung hutang.
Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu,
bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali?
Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama,
yang ditetapkan oleh nenek moyangmu.
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya?
Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar,
perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
Taruhlah sebuah pisau pada lehermu,
bila besar nafsumu!
Jangan ingin akan makanannya yang lezat,
itu adalah hidangan yang menipu.

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya,
tinggalkan niatmu ini.
Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia,
karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
Jangan makan roti orang yang kikir,
jangan ingin akan makanannya yang lezat.
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri
demikianlah ia.
"Silakan makan dan minum," katanya kepadamu,
tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
Suap yang telah kaumakan, kau akan muntahkan,
dan kata-katamu yang manis kausia-siakan.

Jangan berbicara di telinga orang bebal,
sebab ia akan meremehkan kata-katamu yang bijak.
Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama,
dan memasuki ladang anak-anak yatim.
Karena penebus mereka kuat,
Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.
Arahkanlah perhatianmu kepada didikan,
dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.
Jangan menolak didikan dari anakmu
ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan.
Engkau memukulnya dengan rotan,
tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.
Hai anakku, jika hatimu bijak,
hatiku juga bersukacita.

Jiwaku bersukaria,
kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa,
tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.
Karena masa depan sungguh ada,
dan harapanmu tidak akan hilang.

Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak,
tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
Janganlah engkau ada di antara peminum anggur
dan pelahap daging.
Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin,
dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.

Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau,
dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya;
demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.
Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak;
yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.
Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita,
biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku,
biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam,
dan perempuan asing adalah sumur yang sempit.
Bahkan, seperti penyamun ia menghadang,
dan memperbanyak pengkhianat di antara manusia.

Siapa mengaduh? Siapa mengeluh?
Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah?
Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya?
Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam,
mereka yang datang mengecap anggur campuran.
Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya,
dan mengilau dalam cawan,
yang mengalir masuk dengan nikmat,
tetapi kemudian memagut seperti ular,
dan menyemburkan bisa seperti beludak.
Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh,
dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau.
Engkau seperti orang di tengah ombak laut,
seperti orang di atas tiang kapal.
Engkau akan berkata:
"Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit.
Orang memalu aku,
tetapi tidak kurasa.
Bilakah aku siuman?
Aku akan mencari anggur lagi."

Jangan iri kepada orang jahat,
jangan ingin bergaul dengan mereka.
Karena hati mereka memikirkan penindasan
dan bibir mereka membicarakan bencana.

Dengan hikmat rumah didirikan,
dengan kepandaian itu ditegakkan,
dan dengan pengertian kamar-kamar diisi
dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat,
juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang,
dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh;
ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Siapa selalu merencanakan kejahatan
akan disebut penipu.
Memikirkan kebodohan mendatangkan dosa,
dan si pencemooh adalah kekejian bagi manusia.
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan,
kecillah kekuatanmu.
Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh,
selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!"
Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya?
Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya,
dan membalas manusia menurut perbuatannya?

Anakku, makanlah madu, sebab itu baik;
dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu:
Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik,
jangan merusak rumahnya.
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh,
jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,
supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat,
lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.

Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat,
jangan iri kepada orang fasik.
Karena tidak ada masa depan bagi penjahat,
pelita orang fasik akan padam.

Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja;
jangan melawan terhadap kedua-duanya.
Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana,
dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?

Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak.
Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.
Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah",
akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa.
Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia,
mereka akan mendapat ganjaran berkat.
Siapa memberi jawaban yang tepat
mengecup bibir.

Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang;
baru kemudian dirikanlah rumahmu.
Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab,
dan menipu dengan bibirmu.
Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia.
Aku membalas orang menurut perbuatannya."
Aku melalui ladang seorang pemalas
dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak,
tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.
Aku memandangnya, aku memperhatikannya,
aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.
"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi,
melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,"
maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
___

No comments:

Post a Comment