02 June 2014

02 Juni - Kumpulan amsal-amsal Salomo (Amsal 20-22)

02 Juni - Amsal 20, 21, 22:1-16

Kumpulan amsal-amsal Salomo

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut,
tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.
Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda,
siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya.
Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,
tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.
Pada musim dingin si pemalas tidak membajak;
jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam,
tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.
Banyak orang menyebut diri baik hati,
tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Orang benar yang bersih kelakuannya
--berbahagialah keturunannya.
Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan
dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya.
Siapakah dapat berkata:
"Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?"
Dua macam batu timbangan, dua macam takaran,
kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.
Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya,
apakah bersih dan jujur kelakuannya.
Telinga yang mendengar dan mata yang melihat,
kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.
Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin,
bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.
"Tidak baik! Tidak baik!", kata si pembeli,
tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.
Sekalipun ada emas dan permata banyak,
tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan.
Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain,
dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.
Roti hasil tipuan sedap rasanya,
tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.
Rancangan terlaksana oleh pertimbangan,
sebab itu berperanglah dengan siasat.
Siapa mengumpat, membuka rahasia,
sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
Siapa mengutuki ayah atau ibunya,
pelitanya akan padam pada waktu gelap.
Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,
akhirnya tidak diberkati.
Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan,"
nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.
Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN,
dan neraca serong itu tidak baik.
Langkah orang ditentukan oleh TUHAN,
tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus",
dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik,
dan menggilas mereka berulang-ulang.
Roh manusia adalah pelita TUHAN,
yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
Kasih dan setia melindungi raja,
dan dengan kasih ia menopang takhtanya.
Hiasan orang muda ialah kekuatannya,
dan keindahan orang tua ialah uban.
Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan,
dan pukulan membersihkan lubuk hati.

Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN,
dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
Melakukan kebenaran dan keadilan
lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
Mata yang congkak dan hati yang sombong,
yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan,
tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan
yang lenyap dari orang yang mencari maut.
Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka,
karena mereka menolak melakukan keadilan.
Berliku-liku jalan si penipu,
tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah
dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
Hati orang fasik mengingini kejahatan
dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.
Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik,
dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah,
tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah,
dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.
Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar,
tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Orang yang menyimpang dari jalan akal budi
akan berhenti di tempat arwah-arwah berkumpul.
Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan,
orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.
Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar,
dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.
Lebih baik tinggal di padang gurun
dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak,
tetapi orang yang bebal memboroskannya.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih
akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan,
dan merobohkan benteng yang mereka percayai.
Siapa memelihara mulut dan lidahnya,
memelihara diri dari pada kesukaran.
Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya,
ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga.
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya,
karena tangannya enggan bekerja.
Keinginan bernafsu sepanjang hari,
tetapi orang benar memberi tanpa batas.
Korban orang fasik adalah kekejian,
lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.
Saksi bohong akan binasa,
tetapi orang yang mendengarkan akan tetap berbicara.
Orang fasik bermuka tebal,
tetapi orang jujur mengatur jalannya.
Tidak ada hikmat dan pengertian,
dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.
Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan,
tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar,
dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
Orang kaya dan orang miskin bertemu;
yang membuat mereka semua ialah TUHAN.
Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia,
tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN
adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya;
siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu.
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya,
maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Orang kaya menguasai orang miskin,
yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,
dan tongkat amarahnya akan habis binasa.
Orang yang baik hati akan diberkati,
karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.
Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran,
dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.
Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya
menjadi sahabat raja.
Mata TUHAN menjaga pengetahuan,
tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.
Si pemalas berkata:
"Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan."
Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.
Kebodohan melekat pada hati orang muda,
tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri
atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.


___

No comments:

Post a Comment